Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, March 25, 2012

Tarbiah Dalam Tasmi`

Kumulakan dengan lafaz Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah syukur atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan oleh sang penguasa alam ke atas diri ini dan semua umat Islam..

Hari ini, 25 Mac 2012 bersamaan 2 Jamadil Awal 1433H, hamba dan sahabat yang menuntut ilmu perubatan islam Darussyifa` di tasmi` untuk asas rukyah yang pertama... Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.. Hari ni juga, rasanya seperti dapat satu tarbiah besar daripada Allah swt...

Kenapa??

Bila dapat sahaja berita akan ditasmi` beberapa hari sebelum itu, hati ini merasakan, "ala, tak pe, ruqyah asas satu insyaAllah boleh.." sebab dah hafal.. dan secara tak sedar, hal ini diambil mudah... ALlah...  Sebelum tasmi` ada taklimat sedikit... Ustaz kata(lebih kurang ayat dia macam ni) "Jaga panjang pendek, mat silah towilah,qasirah, mad `aridh lissukun n etc... tertukar baris potong dua markah.."

GULP!!...

Ha, amek kau... main2 lagi sape suruh... Ape lagi, amek ruqyah minta kawan dengar. Us kate jugak... mengikut tuan guru, markah lulus kena 100%.. Mase ni rase cam kene tampar secara halus... Ye la, ayat al-Quran... bukan ayat main2... Tapi mase ustaz cakap ni, hamba dah ditasmi`... dah tau markah pun... x dapat markah penuh... ada salah tang mad asli ngan makhraj(tertukar huruf) sikit... Allah... tapi tak pa, hamba akan perbetulkan bacaan yang salah tu...

Tiba2 rasa kenapa aku amek ringan perkara ni??? Aku hapai ayat ALlah... Kalam Allah,... Nak guna untuk doa mintak kat DIA... Macam mana nak maqbul kalau macam ni... macam mana Allah nak dengar kalau kita tak sungguh-sungguh... Bayangkan, kalau ade orang datang kat kita nak minta pinjam barang, tapi cakap marah2, cakap laju2 ayat tongang terbalik nak cepat sampai kite tak faham... kite nak bagi tak??? tak kan??? tu manusia yang tak punya apa2... Allah yang memiliki segalanya dan semuanya tertakluk dibawah kuasanya macam mana??? Waaaa... Berdosanya... Kawan2/readers yang baca entri ni jangan ikut macam hamba ya... kita belajar dari kesilapan...

 Pengajaran yang sangat penting:


Hafal ruqyah semata2 kerana ALlah, mengharapakan redhanya bukan  kerana mengharapkan karomah darinya... Ingat, istiqamah itu jauh lebih baik daripada 1001 karomah kerana istiqamah itu kerja kita yang akan diberi markah oleh ALlah, manakala karomah itu kerja ALlah... Diluarbidang kuasa manusia yang memang tak pernah ada kuasa...

Dan pastikan kita juga:



STAY FOCUSED dalam hafalan supaya ayat yang dihafal tak tonggang langgang tajwidnya...


Ya Allah, terima kasih kerana menegur kesilapan aku... 
Moga aku menjadi hambamu yang lebih baik...
Ya Ghaffar,
Ampunkan segala dosaku,
dosa kedua ibu bapaku,
Dosa adik2ku,
Dosa guru2ku,
Dosa saudara2ku,
Dan dosa seluruh kaum muslimin..
Tunjukkan kami jalan mu yang benar...
Ameen...

Sunday, February 5, 2012

Pengalaman Disebalik Tugasan

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah, hamba masih diberi kesempatan untuk mencoret sesuatu dalam blog yang dah nak mula bersawang ni...

Hari ni, 5 februari 2012,  selepas solat asar, hamba dan beberapa orang sahabat pergi ke salah sebuah rumah anak yatim yang terdapat di sini untuk menyiapkan satu tugasan..


Ni Rumah anak yatim tu... Mungkin ada yang pernah datang sini...



Sebelum kami meneruskan tugasan yang diberi, kami berkenalan dulu dengan adik-adik yang berada disitu.. Mendengar kisah mereka benar-benar menyentuh hati kecil hamba... Nak menangis pun ada rasanya... Cuma air mata ditahan supaya tidak mengalir... Betapa ujian yang menimpa mereka  sangat dahsyat.. Ada yang penah ditangkap polis, ada yang tiada sijil kelahiran dan berbagai lagi ujian yang menimpa anak-anak itu pada usia yang sangat muda... Allah... Moga anak-anak itu diberi kekuatan untuk terus meneruskan hidup.. Sabar ya adik-adikku, Allah sedang mentarbiah dirimu...

Seorang wanita yang menguruskan anak-anak tersebut yang kami gelar "Ummi' seorang yang sangat tabah.. Terpancar riak keikhlasan beliau menjaga anak-anak tersebut sehingga ada diantara anak-anak tersebut tidak boleh berpisah dengannya... Melayan beliau seperti ibu kandung mereka sendiri... Apa yang hamba kagum, anak-anak yatim yang perempuan yang berada didawah jagaannya menutp aurat dengan sempurna.. Bertudung labuh semuanya.. Kagum hamba dengan cara didikan Ummi... Moga hamba mampu menjadi pendidik sebagai mana beliau... Mendidik anak bangsa dengan agama bukan duniawi sahaja..

Setakat ini dahulu catatan hamba buat kali ini, insyaAllah ada masa ketemu lagi...

Wassalam...


p/s: Catatan ini untuk peringatan diri hamba yang hina... Bersyukurlah kerana masih mempunyai ibu bapa.. Ya Allah, kau ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua ibu bapaku... Kau kasihanilah mereka sebagai mana mereka mengasihi aku sejak kecil lagi... Ameen...


Sunday, May 29, 2011

Jagalah hati...

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah... syukur atas segala nikmatnya...

Berakhir sudah semester 2... selamat datang semester 3 ( 3minggu lagi ).... segala suka duka kenangan bersama manusia hamba peroleh... Macam-macam ragam... Rambut sama hitam, tapi hati lain-lain... Itulah dia manusia namanya

Cuti sudah pun bermula... Buat semua teman-teman yang pulang bercuti, Selamat Bercuti hamba ucapkan semoga berbahagia bersama keluarga tersayang...

Pesanan untuk semua terutamanya diri hamba sendiri....cuti, cuti juga... ibadah sunat dan amalan harian jangan lupa (muttabaah)... almaklumlah dirumah selesa... kadang-kadang terlupa... leka.. amalan-amalan ni penting bagi menjaga kondisi iman kita yang yajuz yazid wa yanqus(naik dan turun)... jadi, iman ni kene lah dibajai agar hidup subur, tak mati...

Bila kita nak jaga iman, kene banyak jaga hati...

Sabda Rasulullah s.a.w :




Jadi bersamalah kita....



Jaga hati yang Allah bagi ni...


Antara ciri-ciri hati yang 'sihat':

1. Rasa malu kepada Allah karena senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.

2. Rasa takut dan hebat pada Allah karena terasa diri selalu berada dalam kuasa Allah, sehingga Allah bisa berbuat apa saja seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain.

3. Selalu merasa berdosa pada Allah, bukan hanya di depan manusia karena ada kesalahan tersembunyi yang tidak dapat diketahui seperti dosa-dosa hati. Sebab itu dia selalu menangis seorang diri, bukan di depan orang, karena takut dosanya tidak terampuni.

4. Tidak menunda-nunda urusan dengan Allah karena hati selalu merasa kedatangan maut itu bisa terjadi kapan saja.

5. Setiap kali membuat kesalahan yang kecil hatinya merasa takut dan terhina di depan Allah, sehingga cepat-cepat meminta ampun kepada Allah SWT.

6. Setiap kali selesai beramal, hati merasa itu adalah karunia Allah, bukan kemampuan dirinya. Dia tidak merasa bangga karena merasa amalannya tidak sempurna. Karena itu ia mengharapkan belas kasihan dari Allah agar menerima amalannya.

7. Kalau Allah menentukan satu peristiwa terjadi pada dirinya, hatinya akan redha dengan apa yang terjadi tanpa kesal dan keluh-kesah. Dia sadar dirinya yang rendah layak menerima apa pun takdir Allah.

8. Setiap kali melihat pemandangan alam yang indah, hati segera merasakan kebesaran Allah.

9. Kalau dia mendapat kejayaan atau nikmat, hatinya segera merasakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah bukan kemampuan sendiri. Karena itu dia merasa takut pada Allah, karena menyalahgunakan atau kurang mensyukuri nikmat yang diperoleh.

10. Kalau dia menderita kemiskinan atau tidak memperoleh nikmat, hatinya terasa tentram karena dia merasa bebas dari tanggungjawab untuk menjaga amanah Allah.

11. Kalau mendapat musibah seperti sakit, hati bisa merasa tenang karena merasakan bahwa bencana (musibah) adalah kifaraf (balasan) dosanya. Dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Penderitaan di dunia adalah pengampunan dosa di akhirat.

12. Bila mendapat pujian, hati merasa tidak senang sebab pujian itu tidak layak baginya dan bisa merusak rasa kehambaannya.

13. Kalau dikeji atau dihina orang, hatinya merasa kasihan pada orang yang menghinanya dan segera memaafkan orang itu tanpa diminta. Dia merasa bahwa dosanya telah menyebabkan dia dihukum seperti itu. Kalau tidak begitu dia tidak akan mendapat pahala dari penghinaan itu. Sebab itu dia tidak berniat sama sekali untuk membalas perbuatan orang itu.

14. Dia selalu berlapang dada berhadapan dengan aneka ragam manusia dan kesusahan yang manusia timpakan ke atasnya.

15. Dia tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisah dengan musibah, tidak merasa tenang dengan pujian dan tidak menderita dengan cacian. Hatinya selalu merasa sebagai hamba yang serba kekurangan dan sangat memerlukan Allah SWT dalam setiap keadaan.

16. Kalau dia melihat atau mengetahui orang membuat maksiat, dia bersyukur pada Allah karena dirinya selamat dari maksiat. Sebab itu dia tidak menghina orang itu bahkan dia merasa kasihan, ingin menolong dengan memberi nasihat. Bahkan dia tidak menaruh sangka jahat pada orang itu. Dia menganggap kesalahan itu adalah karena tidak tahu, lupa ataupun tidak sengaja.

17. Ketika berhadapan dengan orang yang memarahinya, dia tidak ikut marah dan tidak melawan berdebat sekalipun dia benar.

18. Bila berhadapan dengan kepandaian orang lain, dia akan menerima ilmu atau kebenaran sekalipun dari seorang kanak-kanak. Kalau bermuzakarah dia tidak memperlihatkan bahwa dirinya pandai sehingga tidak merasa bangga diri Kalau ada yang memuji orang lain di hadapannya dia tidak sakit hati sebab dia faham bahwa kuasa hak Allah yang melebihkan dan mengurangkan nikmat pada hamba-hamba-Nya.

19. Kalau ada orang lain menyelesaikan kerjanya, dia tidak menggerutu sebab dia merasa dia dibantu.

20. Kalau dia digemari oleh banyak orang, dia tidak merasa bangga sebaliknya dia bimbang kalau hal itu membuat dirinya riya’.

21. Dia tidak makan seorang diri. Kalau memberi bantuan pada seseorang, tidak di hadapan orang lain.

22. Beramal dan betul-betul beribadah karena Allah bukan lagi karena Syurga atau Neraka.

(http://jejak2.wordpress.com/2010/04/30/katakan-terima-kasih/)


Lepas tu....Rajin-rajin la.......

Kita check hati kita sama ada hati ni berada dalam keadaan yang sehat, sakit atau mati...

Musim cuti ni la nak regain balik energy iman...nak bagi lebih power... Jom sama-sama kita jaga hati, jaga iman.... Sekali lagi daripada hamba, Selamat Bercuti, jaga iman, jaga hati...



~correct me if i am wrong~

Wednesday, May 25, 2011

La Tasaluni....

Bisillahirrohmanirrohim....

Alhamdulillah, syukur atas segala nikmatnya....

Entry kali ni hamba just nak kongsi sebuah lagu yang sangat menyentuh qalbu dan sebagai motivasi di minggu exam ni + cuti yang akan datang...

suka bait ni...

لا تسألوني عن حياتي
فهي أسرار الحياة
هي منحة .. هي محنة
هي عالم من أمنيات
قد بعتها لله ثم
مضيت في ركب الهداة

sungguh mendalam maksudnya....

Dekat bawah ni, hamba sertakan video dan liriknya sekali....

Selamat menghayati......

terimalah....








liriknya:

لا تسألوني عن حياتي
فهي أسرار الحياة
هي منحة .. هي محنة
هي عالم من أمنيات
قد بعتها لله ثم
مضيت في ركب الهداة

أما طريقي فهو
قرآن .. وسيف .. وابتلاء
الله باركه وسار عليه قبلي الأنبياء
و مواكب الشهداء روته بأنهار الدماء
فإذا به روض ذكي في إطار من ضياء

أما مصيري فهو
مايرضي الإله وما يريد
الفوز بالنصر المبين
أو الشهادة والخلود
فإذا وجدت على الثرى
والعمر محدود الحدود
فكن البطولة والهداية
أو فيا بئس الوجود

terjemahan:

jangan tanyakan aku tentang hidupku
ia adalah sebuah rahsia kehidupan
ia adalah anugerah.. ia adalah ujian
ia adalah dunia yang penuh dengan cita-cita
aku telah menjualkannya kepada Allah
kemudian aku berjalan dalam barisan para pembawa petunjuk

dan jalan hidupku adalah
al-Qur’an, pedang, dan ujian..
Allah telah memberkatinya dan para nabi terdahulu telah melaluinya
para syuhada’ telah menyirami jalan ini dengan darah mereka
maka jadilah ia taman indah yang dikelilingi cahaya

sedangkan penghujung perjalananku adalah
apa yang meredhakan Allah dan apa yang diinginkanNya
keuntungan dengan kemenangan nyata
atau kesyahidan dan keabadian
jika engkau telah berada di muka bumi
dan engkau tahu umurmu terbatas
maka jadilah pahlawan dan pembawa petunjuk
jika tidak alangkah buruknya kewujudanmu



SELAMAT BERJUANG!!!


Monday, May 23, 2011

Ujian Tanda Allah Sayang... Bersyukurlah!!!

Bismillahirrohmanirrohim…

Alhamdulillah, syukur atas segala nikmat kurniaanNya….

Semalam, seorang sahabat sudi berkongsi secebis kisah hidupnya pada hamba… meniti kisah hidupnya membuatkan hamba terpaku sebentar pada realiti sebuah kehidupan….la haulawa quwwata illa billah…. Apa yang mampu hamba lakukan, hanylah berdoa untuknya… Moga Allah permudahkan segala urusan dan moga beliau dikurniakan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran untuk berhadapan dengan ujian itu… amin…. Kisah itu menjadi tauladan buat hamba insyaAllah… bukan kisah itu yang ingin hamba kongsikan, entry kali ini hamba hanya ingin mengajak para pembaca sekalian melihat ujian itu dari perspektif yang berbeza…


Ujian tanda Allah sayang

Meniti rona-rona kehidupan, mencorakkan pelbagai warna dan bentuk… ceria, kusam, suram, bungkam… semua itu adalah asam garam…. Seringkali kita diuji… seringkali juga kita mengeluh… mengaduh… merasakan kitalah manusia yang paling malang…. Terdapat juga sesetengah orang yang merasakan hidup ini hanyalah medan untuk menyelesaikan masalah… selesai satu, datang satu lagi masalah… benarkah???


Firman Allah S.W.T:

Tidak Aku Jadikan Jin dan Manusia Melainkan Untuk beribadat kepadaku

( Az-Zariyat:56 )


Sudah terang lagi bersuluh, manusia diciptakan untuk beribdat kepada Allah S.W.T bukan untuk menyelesaikan masalah sahaja… Jadi, mengapa perlunya ujian??? Mengapa masalah itu datang silih berganti???


Firman Allah:

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut, kelaparan, kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. Mereka itu ialah orang dilimpahi dengan pujian dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya.

(Surah al-Baqarah 155-157).


Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :

" Demi Allah yang jiwaku ditangannya !Tidaklah Allah memutuskan sesuatu ketentuan bagi seorang mukmin melainkan mengandungi kebaikan baginya. Dan tiadalah kebaikan itu kecuali bagi mukmin . Jika ia memperolehi kegembiraan dia berterima kasih bererti kebaikan baginya , dan jika ia ditimpa kesulitan dia bersabar bererti kebaikan baginya ".

( Riwayat Muslim )


Saudaraku,

Ujian itu tanda sayangnya Allah pada kita… berapa banyak dosa yang telah kita lakukan sepanjang hidup??? Tidak terhitung rasanya… namun, Allah masih sayang akan kita dengan memberikan ujian supaya kita sedar dan kembali padanya…


“Banyak ujian hidup ini sebenarnya amat bermakna jika kita mahu menghayatinya. Betapa ramai orang yang menemui iman dan amalan soleh dek kerana ujian yang menimpanya. Berapa ramai manusia yang bersarang bongkak dan takabur dalam jiwa, tidak dapat ditegur dan dididik, tetapi akhirnya menjadi insan yang tawaduk kepada Allah dan menghargai orang lain setelah melalui ujian hidup yang getir. Betapa ramai pula insan yang soleh dan disayangi Allah dinaikkan darjat dan nilainya di sisi Allah disebabkan ujian yang menimpanya.

Kita tidak meminta ujian, tetapi kita sentiasa perlu tahu bahawa ujian itu adalah rukun hidup. Ujian bagaikan bicara atau ‘sapaan’ Allah kepada kita agar kita ingat apa yang lupa, ubah apa yang salah, atau untuk kita tambahkan pahala dan padamkan dosa. Sabda Nabi s.a.w:

“Tiada apa pun yang menimpa seorang mukmin, sehingga duri yang mengenainya, melainkan Allah tuliskan untuknya kebaikan (pahala) dan padam dari kejahatan (dosa)” (Riwayat Muslim).

Melihat manusia yang diuji menjadikan kita rendah diri dan insaf. Mungkin dia yang dilihat oleh orang lain sedang dalam ketenatan cabaran tetapi sebenarnya sedang tenggelam dalam rahmat dan kasih sayang Tuhan. Melihat orang yang susah, mereka yang dizalimi, mereka yang kesempitan atau menderita kesakitan menyebabkan kita terlintas segera dalam perasaan “dia di sisi Allah mungkin lebih baik daripada diriku ini”.

Kita semua akan melalui ‘bicara dan didikan Tuhan’ melalui pentas ujian. Kita mengharapkan ujian akan membawa kita kepada sesuatu yang lebih baik. Ujianlah yang telah membawa Musa a.s. kepada berbagi kurniaan. Untuk itu kita wajar selalu merintih kepada Allah seperti Musa a.s.: “Rabbi inni lima anzalta ilaiya min khairin faqir” (”Wahai Tuhanku, Sesungguhnya aku ini kepada apa sahaja kebaikan yang Engkau turunkan amatlah fakir”).

(http://drmaza.com/home/?p=967)”


Ujian itu tanda Allah sayang kita… jadi bersyukurlah kerana masih disayangi sang pencipta…

Ingatlah:


لا يكلف الله نفسا إلا وسعها

Allah tidak memberi kesusahan seseorang hamba melainkan apa yang terdaya olehnya.

[Al-Baqarah: 286]


Bila sesuatu ujian menimpa, ingatlah kita pasti mampu menghadapinya dengan izin dan bantuan Allah juga kerana Allah tidak akan membebankan kita dengan sesuatau yang kita tidak mampu untuk memikulnya… Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buat kita…


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Surah Al-Baqarah: 216)


Sahabatku,

Ingatlah, bersyukurlah… disebalik 1 dugaan itu, terselit 1001 kenikmatan yang Allah beri… usah mengharapkan yang tiada, kerana yang ada itulah harapan kita…

Ibaratnya,

Orang yang kudung kakinya merasakan memakai kasut itu mustahil… namun, bagi mereka yang cukup anggotanya, menyarungkan kasut itu adalah perkara biasa… tetapi, apabila suatu hari dia sakit kaki, dan tidak bias menyarungkan sepatunya, pasti sentiasa mengharapkan kakinya sembuh, tapi, pada hari-hari biasa dia tidak pandang pun kaki itu suatu nikmat yang besar buatnya…

Nikmat Allah itu jika ingin dihitung amatlah banyaknya... tanpa nikmat tersebut kita ini fakir sefakirnya... miskin, tidak punya apa-apa...

Ingatlah, tidak ada milik kita… hatta tubuh badan kita sendiri adalah milik Allah… Allah berhak mengambilnya bila-bila masa yang dikehendakinya… semuanya pinjaman yang perlu dikembalikan tepat pada waktunya… jadi berpewatakanlah seperti seorang peminjam…


Renung-renungkan… selamat beramal…





Friday, May 6, 2011

Berangkat

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah... Syukur atas segalanya...

InsyaAllah, petang ni, hamba akan berangkat ke perkampungan Orang asli di Kg Kenang, sg Siput... Menyertai program bersama orang asli yang dianjurkan oleh JAIPk buat pertama kali dalam hidup hamba menjadikan diri ini sedikit gementar... Pelbagai soalan bermain di minda... Bagaimana masyarakat yang akan hamba depani nanti... Tahap usia mereka... Dan yang paling penting paradigma mereka serta kesediaan mereka untuk di tarbiyyah... Moga Allah permudahkan segala urusan...

Inilah peluang keemasan... Bukan semua orang Allah pilih untuk duduk bersama mereka... Bukan semua orang Allah bagi peluang... Jadi rebut dan manfaatkan peluang ini !! Moga segalanya berjalan dengan lancar....


Ya Allah,
Ini jalan yang hambamu pilih...
Maka,
Permudahkanlah...
Tidak ada yang mnudah melainkan engkau yang menjadikannya mudah...
Teguhkan aku pada jalan ini,
Menyambung perjuangan Rasulmu,
Biar apa yang mereka kata,
Mereka hanya manusia yang hanya menilai zahirnya sahaja...
Engkau yang utama...
Permudahkan jalanku menujuMU..........

Amin....

Doakan hamba ya....

p/s: Indahnya hidup bersama ISLAM....

Monday, May 2, 2011

Bagi Yang Ingin Bertudung Labuh



Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah.... syukur atas segala nikmat kurnianNya.... alhamdulillah... lebih terurus dan tersusun setelah segala tanggungjawab selesai di tunaikan... Terima Kasih Allah....

Entry kali ni hamba nak sentuh mengenai tudung... tudung bukan sebarang tudung... bukan tudung ikin, arini, atau tudung bawal atau yang sama waktu dengannya... tetapi tudung labuh... bukan nak menjual atau mempromote apa2 tetapi sekadar cetusan minda hamba yang hina ini... Senang cakap, sebuah perkongsian berdasarkan pengamatan dalam kehidupan hamba dan rakan2...


Teringin tapi Tak Mampu

Apabila kita bercampur dengan ramai orang, berbincang dan bertukar2 idea, ada yang menyatakan hasrat suci mereka pada Hamba,

"Saya teringin sangat nak pakai tuduk labuh macam awak..."

"tapi........................."

Ada pulak tapinya.... Hmmmm.....

Alhamdulillah, Allah buka hati mereka untuk suka akan tudung labuh... Namun, ada yang teragak2 atau berkira2 nak pakai atau tak... ada yang mengatakan tak kuat nak pakai, takut ada yang mengata, takut keluarga tidak setuju dan sebagainya.... Banyak kali hamba jumpa kes2 macam ni... Mungkin anda yang membacanya juga salah seorang daripada mereka... teringin..... Tapi ber"tapi".....

Duhai akhowat yang hamba sayangi, sedarlah, bersyukurlah dikurniakan rasa begitu... syukur kerana Allah masih bagi nikmat suka nak bertudung.. Bertudung labuh pula tu.... ada saudara kita yang benci pada tudung... tengok tudung je dah menyampah... Orang Islam tu.... Nasihat hamba, teruskan niat suci itu... teruskan dan teruskan.... Usah peduli apa kata orang... Yang penting, Apa yang Allah kata... Pandangan Allah itu yang utama... Ingat tu... Manusia apa ada??? Yang punya segalanya dan yang perlu ditakuti hanya Allah....

Mungkin ada yang mengatakan

" cakap senang la, cube awak ditempat saya.... "

ni jawpan hamba bagi yang bersoalan macam tu...

"Awak.... Saye nak cakap ni, saye dulu pun macam awak jugak terigin tapi ber"tapi"... Dulu, tudung saya biasa2 je... saye dulu pun tak macam saye yang sekarang yang awak kenal ni(bagi yang mengenali diri hamba)... Mase tu, Saya teringin sangat nak pakai tudung labuh... saya mula dengan tudung sekolah..Lepas tu dengan tudung2 yang lain.. Walaupun saya kelas Aliran Agama, tapi tak pakai tudung labuh... tudung biasa2 je... Bila dah form 4, mase tu dah tak de KAA dah, baru dapat pakai... Alhamdulillah... Dan kekal sampai sekarang... Doakan saya terus istiqamah...."

terima kasih Allah...

"Awak, mase mula2 nak pakai tudung labuh tu, terlintas jugak, apa kawan2 kata nanti... Yela, tetiba je tukar penampilan.. nanti dikatakan buang tabiat pulak.....tapi Alhamdulillah... Once dah pakai tudung labuh, saya tak pandang dah tudung biasa... Selesa sangat wak.... bila kadang2 terpaksa pakai tudung biasa, rasa lapang semacam je.. Macam tak pakai tudung... tudung2 yang lama bagi dekat adik... tudung tu cukup besar untuk die... ibaratnya, tudung labuh untuk dia... Nimatnya bertudung labuh, Allah je yang tahu... Alhamdulillah... Awak cubalah... Saya yakin awak akan rasa manisnya..."

Terima kasih Allah....


Ayuh, Berubahlah...

Tanya diri anda;

Jika bukan sekarang bila???

Jika bukan disini, dimana???



Duhai akhowat,

Berubahlah selagi rasa ingin berubah itu masih ada... sementara ia masih dianugerahkan Allah... sebelum Allah mencabutnya kembali dari hati anda... Usah peduli dengan momokan atau suara sumbang yang berkisar disekitar anda... Jika ada yang mengatakan usah hipokrit, ini soalan hamba,

"Hipokritkah bila ingin menutup aurat, menjaga maruah, menjaga amanah yang Allah berikan pada kita??? Hipokritkah bila kita mahu berubah kearah yang lebih baik??? Hipokritkah???"

Jika ada yang mengatakan dia tidak layak bertudung labuh, ini kata2 hamba,

"tak layak atau tak nak???"

Kita bukan sesiapa untuk menentukan sama ada orang tersebut layak atau tidak... tidak ada hukum pun yang menyatakan hanya orang2 yang tertentu sahaja yang boleh bertudung labuh... Semua umat Islam boleh bertudung labuh dan tiada sesiapa yang berhak mempersoalkannya... Ingat saudaraku, tubuh badan kita tanggungjawab kita... Tutuplah auratmu dengan sesempurna mungkin... Jagalah ia...

Hanya diri kita yang mampu melakukan perubahan itu... orang lain hanya bisa memberi nasihat, selebihnya ditangan kita... Buatlah pilian anda dengan bijak sementara masa masih ada... Fikir2kanlah....

Moga dengan tudung yang labuh tersebut menjadikan kita seorang muslimah yang tahu erti malu, yang tahu menjaga maruah diri, yang tahu menjaga ikhtilat, dan yang paling penting, mendekatkan kita dengan pencipta kita....

p/s: bagi mereka yang bertudung, pastikan tudung anda tidak jarang dan melepasi paras dada... sama2 kita semak diri....

Wednesday, April 6, 2011

Kem MOC

Bismillahirrohmanirrohim....

Dengan nama Allah, hamba mula menulis....

Alhamdulillah... syukur ya robb atas segalanya...

Entry kali ni hamba nak kongsi pengalaman mengenai Kem MOC yang hamba dan sahabat anjurkan di Kem Hanifa, Gopeng yang diuruskan oleh En.Nizam...

Alhamdulillah... banyak yang hamba belajar daripada penganjuran kem tersebut.... pengalaman yang sangat berharga buat bakal seorang pendidik....hamba belajar bagaimana bermain dengan emosi memandangkan hamba diwatakkan dengan watak garang.... hamba juga belajar secara praktikal untuk memahami psikologi diri sendiri dan adik-adik yang menjadi peserta.. menyamakan tahap pemikiran kita dengan mereka ternyata suatu perkara yang sukar...selama ni, hanya belajar secara teori melalui pembacaan... masa kem tu la praktikaliti mengambil tempat teori yang difahami... Alhamdulillah... syukur kerana diri ini terpilih....

Kami berkampung disana selama 3 hari 2 malam, tetapi, hamba terpaksa pulang awal untuk menghadiri daurah yang membincangkan mengenai isu syi`ah... tapi x mengapalah... win2 situation... dua-dua dapat... pagi sebelum bertolak pulang, rasa berat untuk berpisah dengan para peserta program... ye la... baru je nak kenal-kenal, tup2 terpaksa pulang... moga ukhuwwah yang terjalin kekal sampai ke jannah.... Amin...

Dibawah, hamba kongsikan beberapa gambar yang sempat diambil...


Ketua fasi sedang khusyuk mengenakan life jacketnya....




Penolong ketua fasi yang baru selesai melakukan river tracking





Wajah pemangkin masa hadapan




kopi masin




Belon air




Persiapan makanan sebelum sarapan pagi





Riadah pagi




Macam pocong pun ade jugak.... kes kena "dera" dengan Kem komandan....




Hah... pumping...

Wednesday, January 19, 2011

Di sebalik Tindakan Itu



Bismillahirrohmanirrohim...

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha mengasihani hamba mula menulis... Alhamdulillah, syukur hamba panjatkan padaNya atas limpah Kasih sayangnya, diri ini masih bisa melihat alam yang fana ini... Apa yang ingin hamba nukilkan disini, hanya sebuah pemerhatian, cetusan minda hamba yang lemah serba serbi... Ambillah yang baik, dan campaklah jauh-jauh mana yang buruk...

Dalam perjalanan hamba ke bilik di kolej kediaman pelajar setelah solat subuh di Pusat Islam, tiba-tiba, hamba dikjutkan dengan pengumuman ;

" Perhatian kepada pelajar unit pendidikan Islam yang tidak turun menunaikan solat subuh secara berjemaah, sila berada di HEP untuk berjumpa dengan Ustaz Zakaria sebelum jam 8.00 Pagi..."

******* Beberapa jam Berlalu*********

Hamba bertanya kepada mereka yang berkenaan, apa kata ustaz??? kerana hamba yakin, ustaz tidak akan marah... Beliau hanya akan mengur dan memberi nasihat serta memberi sedikit "homework" sebagai denda kepada pelajar...

"Ustaz tak de cakap apa, just suruh kiteorang sediakan pamplet mengenai solat" jawab salah seorang...

Hmmm....

Minda ini ligat mentafsir... alangkah halusnya cara ustaz mentarbiah anak didiknya...

Kenapa dipilih tajuk solat?? bukan tajuk lain??? dan mengapa pamplet bukan sinopsis atau dalam format yang lain???

Mereka diarah berjumpa kerana apa??? kerana tak solat subuh secara berjemaah... solat tu solat cuma bukan secara berjemaah... di bilik masing2... mungkin mereka nak turun, tetapi ada perkara lain yang menghalang seperti terbangun lambat kerana menyiakan Homework pada waktu malamnya dan hanya terjaga setelah mendengar azan subuh berkumandang atau atas sebab-sebab yang lain... justeru, ustaz memilih tajuk solat... supaya pelajar itu mencari... apa-apa sahaja tentang solat... hamba pasti, google saja tentang solat, pasti banyak maklumat yang keluar dan hamba juga yakin bahawa hampir kesemuanya tentang kelebihan solat, falsafah disebalik solat, hikmah, doa dan apa2 sahaja...dan semuanya Pasti menyatakan KEBAIKAN SOLAT...

Denda yang diterima membolehkan pelajar ini mendapat suatu input mengenai solat... sebagai pelajar unit agama, hamba pasti, hati mereka mesti subur dan lembut kerana sering dibajai dengan tazkiyatun nafs yang dapat mendidik dan mentarbiah jiwa... justeru, hati2 pelajar ini akan mudah tersentuh, mungkin dengan kelebihan solat secara berjemaah dan lain2 perkara... Dan mungkin melalui maklumat yang mereka peroleh itu, mereka akan menjejakkan kaki ke surau secara sukarela dan akan lebih mujahadah dalam istiqamah beribadah...

Pada amatan hamba, kita ini selaku manusia yang lemah, kadang2 terlalu inginkan kebaikan, tetapi, kadang tak dapat... kadang2 kita inginkan kebaikan, tetapi usaha kita tidak seberapa... sekelumit cuma... kadang2 kita ingin mengorak langkah, tetapi kadang2 kaku , justeru, pembimbing atau pemula langkah diperlukan untuk merangsang pergerakan itu... hamba harap tuan hamba semua faham analogi ini...

Ambillah segalanya sebagai tarbiah daripada Allah kerana atas kasih dan sayangnya, dia masih mengutus seseorang untuk memperbetulkan kesilapan kita supaya kita bisa menjadi hamba yang menggapai segulung ijazah redho dan kasihnya dengan keputusan kepujian kelas pertama...

Allahu`alam...


Thursday, December 23, 2010

Berjayakah Kita???

Bismillahirrohmanirrohim....


Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, hamba melakar perkara yang bermain diminda dalam bentuk bait-bait aksara yang tersusun bagi membentuk ayat, mengenai pendapat dan persoalan yang sarat disanubari, menusuk hati dan nurani hamba selaku hamba yang hina dihadapan penciptanya... ALhamdulillah hamba panjatkan kepada ilahi, tanda syukur atas segala nikmat yang kurniakan olehnya...


Hari ini, 17 Muharram 1432 Hijrah, bersamaan 23 Desember 2010 Masihi, keluar result PMR... beberapa bulan yang lalu, sebelum bermulanya cuti sekolah, keluar result UPSR... Fenomena yang hamba lihat yang sering berlaku ialah, handphone pelajar atau calon pada hari yang amat mendebarkan ini, sentiasa sibuk... ada sahaja call dan message yang masuk... Daripada kawan2, saudara-mara, dan sebagainya... semuanya sibuk menanyakan keputusan peperiksaan... "macam mana result?ok? Brape A dapat???" barang kali, itu skirp yang terpapar di skrin handphone.... Saudara-mara dan sahabat2 yang jarang menalefon atau sms pun tup2 tertera nama di skrin hanphone... punya nak tahu keputusan macam mane... Hmmm...


Kita semua(termasuklah diri ini) sibuk menanyakan keputusan yang dicapai oleh calon2 tersebut... Bila calon itu dapat straigh As... "Alhamdulillah... Tahniah..." skrip wajib yang keluar daripada mulut kita kan... Hmmm, kalau calon tu dapat result yang kurang baik pula, "x ape lah, cuba lagi..." ayat skema yang keluar dari mulut kita... kenapa kita tanya mereka ni, tentang keputusan depa??? sebab nak tahu... Kenapa nak tahu???untuk apa??? nak mengukur sejauh mana kegeniusan seseorang itu??? mungkin...


Slip Peperiksaan


Kita beranggapan, apa yang terpapar diatas slip peperiksaan itu gambaran tahap IQ seseorang... sungguh mudah kita melabelkan "budak ni pandai, cekdik, genius" hanya berdasarkan slip peperiksaan tersebut... kenapa ea?? sedangkan keputusan peperiksaan itu hanyalah sedikit sahaja daripada apa yang ada dalam diri seseorang itu... hamba tidak menafikan, peperiksaan itu perlu, untuk menguji kefahaman seseorang tentang sesuatu perkara... tetapi, di Malaysia ni, hamba lihat, peperiksaan itu bukan menifestasi untuk menguji kefahaman pelajar terhadap apa yang dipelajarinya tetapi sebagai batu loncatan untuk mencapai "kesenangan..." ... "kalau kita dapat A, senang masuk asrama, masuk sekolah bagus2...masa depan cerah..." Hmmm... betul ke statement ini??? apakah bersekolah disekolah yang dikatakan bagus itu, memberi jaminan masa depan kita cerah??? Tapi kenapa semua pelajar yang masuk sekolah bagus2 tak semua dapat straight As dalam exam??? x payah pergi sampai satu sekolah, satu kelas je... result tetap berbeza... sedangkan cikgunya sama, buku sama, kemudahan sama.... Cikgu2 memfokuskan exam... Exam... dan exam... sibuk analisis itu dan ini... sudahnya, apa yang diajar, apa yang masuk exam... dimana proses mendidik itu berlaku??? bukankah tugas kita sebagai guru memanusiakan manusia... Mungkin, student boleh sahaja score dalam mane2 subjek... tetapi penghayatan kepada ilmu itu bagaimana??? Sebab itu lah, bila lepas exam sahaja, tanya balik, semua lupa... Belajar semata2 kerana exam, bukan kerana menuntut ilmu merupakan fardhu keatas setiap muslim yang mukmin... Hamba teringat kata2 pensyarah bahasa arab hamba," x ade soalan2 spot... ada ilmu semua boleh jawab"... Betul tu ustaz... Ilmu itu kunci segala2nya...Hmmm... hamba bukan nak mengaitkan sesiapa, cuma inilah persoalan yang bermain dalam kepala hamba...


Benih yang baik, kalau dicampakkan ke laut, menjadi pulau..


x kiralah dimana kita belajar, yang penting kita ikhlas dan memang kita cintakan ilmu... insyaAllah kita dapat ilmu tu dan akhirnya InsyaALlah menjadi seorang yang berilmu... bukan menjadi seorang yang baik keputusannya, tetapi, apabila ditanya itu dan ini tergagap mencari jawapan kepada soalan yang diajukan... Jawapan hanya atas kertas terjemahan daripada apa yang dibaca... Ilmu itu di dada bukan di dalam buku... Jauh sekali atas kertas...renungkan...


Straight As= Kejayaan


Umum menggunakan Straight As yang diperoleh dalam peperiksaan sebagai kayu pengukur kejayaan seseorang... Betul ke neraca yang digunakan untuk menisbahkan ukuran kejayaan??? kalau sikit A tu maknanya orang tu x berjaya la ye??? macam tu??? Hmmm... pada pendapat hamba yang faqir lagi hina ini, keputusan yang cemerlang itu belum tentu menjadikan seseorang itu manusia yang berjaya dalam hidup... Ya... Ia bergantung bagaimana kita menafsir apa itu erti kejayaan yang sebenar... pada hamba, yang baru setahun jagung hidup di pentas lakonan dunia ini, kejayaan itu adalah apabila kita mampu mengatasi kelemahan diri kita... kenapa hamba katakan begitu??? kerana, kekuatan atau kelebihan yang ada pada diri kita boleh jadi kekurangan dan kelemahan pada orang lain... betul tak... analoginya begini... Kita boleh jadi expert dalam math, tetapi lemah dalam sejarah... Manakala kawan kita sejarah dia, Ya Allah, tanyalah, semua tahu, tapi kecundang dalam Mathematics... Justeru apa yang dikatakan berjaya??? berjaya apabila kita boleh score subjek yang kita susah nak score... betul x?? See...itu baru namanya kejayaan... berjaya mengatasi kelemahan untuk mara kepuncak yang seterusnya...


Pesanan Ikhlas

Buat mereka yang rasa result kurang memberansangkan, usah putus asa... Hidup bukan hanya dengan keputusan peperiksaan sahaja... Lihat sahaja Elbert Enstine, Masa zaman sekolah, semua orang melabelkannya sebagai seorang yang bodah, x pandai... Namun, ibunya memberinya juga ilmu... Akhirnya, hari ini, budak yang suatu masa dahulu yang dikatakan bodoh itu, kurang pandai itu dikenali seantero dunia sebagai ahli sc yang tinggi ilmunya dan otaknya masih disimpan untuk di kaji.. Adik2ku, result dalam peperiksaan itu bukan segalanya, kejayaan mengadaptasi kelebihan dan kekurangan diri dalam mara ke destinasi seterusnya adalah lebih beharga daripada kejayaan yang hanya diatas kertas itu....


Adik2 ku,
Ayuh,
Bangun....
Kembalilah berjalan...
Kembalilah berlari di atas muka bumi Allah ini...
Jatuh mu itu sebenarnya mendidikmu,
Menjadi insan...
Mentarbiahmu agar menjadi seorang mukmin yang bertaqwa kepada penciptanya...
Ayuh,
Bangunlah...
Terbanglah tinggi diawan...
Bertebaranlah di muka bumi...
Lalukanlah apa sahaja,
Selagi ianya berada dibawah redho dan Rahmatnya...
Jadikan Allah sebagai Matlamat kita,
Kelak kita akan berjaya,
Jika tidak didunia,
Nun nanti di akhirat sana...

Rasanya, cukup lah setakat ini... ada masa kita sambung lagi perbincangan isu ini bagi memahami apa itu erti kejayaan yang sebenar.... Remember, Success is a journey, not a destination... Fikir2kanlah...